√9 Bentuk Kerusakan Laut dan Cara Menanggulanginya

Bentuk Kerusakan Laut | Bumi tersusun dari 72% air dan 92% air yang menyusun merupakan air laut. Laut merupakan bagian dari bumi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Laut menjadi tempat tinggal bagi biota-biota laut.

Namun kerusakan laut banyak ditemukan diberbagai bagian bumi. Terdapat banyak bentuk kerusakan laut yang bisa disebabkan oleh manusia ataupun fenomena alam. Artikel kali ini akan berisi tentang bentuk kerusakan atau pencemaran yang terjadi pada laut.

Pengertian Kerusakan Laut

Pencemaran atau kerusakan dapat diartikan apabila laut mulai mengandung bahan bahan yang kotor atau dapat berupa limbah yang dapat mengganggu ekosistem didalamnya. Kerusakan laut bisa terjadi di daerah pesisir pantai atau bisa juga berada di tengah lautan lepas. Kerusakan pada lautan dapat menyebabkan kehidupan makhluk hidup yang tinggal di lautan menjadi terganggu.

Laut dapat menunjukan tanda adanya kerusakan berupa warna yang berubah dan bau yang tidak sedap. Selain itu, ikan dan beberapa hewan seperti udang dan kerang akan sulit untuk ditemukan. Hal ini sangat mempengaruhi jumlah tangkapan bagi nelayan pesisir.

Bahkan beberapa jenis kerusakan dapat menyebabkan kematian bagi beberapa jenis ikan dan organisme lain. Terdapat beberapa jenis kerusakan laut beserta penyebab pencemaran yang akan dijelaskan sebagai berikut ini:

Jenis-jenis Kerusakan Laut

Terdapat beberapa bentuk kerusakan laut yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Berikut adalah 9 jenis bentuk kerusakan laut yang sering terjadi:

Kerusakan Laut yang Disebabkan Sampah Plastik

Perkembangan daerah pesisir sebagai tempat pariwisata dapat menimbulkan kerusakan yang disebabkan oleh adanya sampah plastik. Sampah plastik biasanya dibuang sembarangan oleh para pengunjung.

Maka banyak ditemukan sampah yang berserakan di daerah pesisir. Bahkan pada salah satu pantai di Bali ditemukan berkilo-kilo sampah plastik. Sampah plastik tersebut berupa botol minuman dan makanan ringan. Sampah tersebut dapat mengganggu ekosistem lautan dan aktivitas biota laut.

Selain botol plastik dan bungkus makanan ringan. Sampah organik seperti buah kelapa juga banyak ditemukan di sekitar pesisir khususnya pesisir pantai Indonesia. Kebiasaan mengkonsumsi kelapa muda saat berlibur di pantai menyebabkan sampah buah kelapa berserakan di pantai.

Hal ini tentu merusak pemandangan pantai, dan jika buah kelapa ikut hanyut dalam arus dapat menyebabkan lautan menjadi kotor.

Selain itu, dengan banyaknya sampah plastik yang ditemukan di lautan dapat mengakibatkan terumbu karang menjadi tidak terawat. Ikan-ikan yang ada di laut juga dikhawatirkan dapat mengandung plastik dan berbahaya saat dikonsumsi. Sebut saja kerang hijau yang menjadi primadona olahan seafood di Jakarta.

Banyak dilakukan penelitian yang menyimpulkan bahwa kerang hijau yang memiliki habitat di daerah laut jakarta tidak disarankan untuk dikonsumsi. Mengingat pantai dan perairan di jakarta yang memiliki tingkat pencemaran yang cukup tinggi.

Mungkin untuk bisa mencicipi kerang hijau ini harus dalam jumlah yang tidak terlalu banyak agar bisa tetap aman untuk dikonsumsi.

Kerusakan Laut yang Disebabkan Minyak

Minyak bumi juga banyak ditemukan di dalam lautan lepas. Banyak negara-negara yang mulai melakukan pengeboran minyak bumi di lautan lepas. Dalam proses pengeboran tersebut terkadang terdapat kasus kebocoran dan menyebabkan minyak tersebut bercampur dengan air laut.

Minyak yang tersebar di dalam laut tersebut dapat membuat ikan dan hewan laut mati keracunan. Selain itu, organisme seperti fitoplankton juga dapat terganggu ekosistemnya dikarenakan air laut yang tercemar.

Biasanya laut yang tercemar minyak akan berwarna merah atau kuning keemasan. Minyak dan air adalah komponen yang sulit bersatu. Maka perbedaan warna ini sangat mudah untuk diamati.

Untuk membersihkan kebocoran yang terjadi diperlukan waktu yang cukup lama dan teknologi yang canggih. Kebanyakan kasus kebocoran menyebabkan kerugian bagi ekosistem laut dan kerugian bagi nelayan. Hal ini dikarenakan jumlah tangkapan nelayan akan menurun apabila target penangkapannya berupa ikan mati.

Kerusakan Laut yang Disebabkan Bahan Kimia

Jika bicara tentang lautan, topik kapal laut akan selalu mengekor. Kapal laut merupakan alat transportasi yang beroperasi di lautan. Biasanya kapal laut digunakan untuk membawa barang-barang hingga manusia dari pulau satu ke pulau yang lain.

Namun, perusahaan kapal laut menjadi salah satu sumber pencemaran bahan kimia terbesar. Hal ini dikarenakan, kebanyakan kebutuhan tambang pengeboran minyak di tengah lautan diangkut oleh kapal laut. Bahan kimia berlebih pada lautan dapat menyebabkan perkembangan, perilaku bahkan reproduksi dari makhluk hidup yang tinggal di laut dapat terganggu. Keberadaan bahan kimia dapat menyebabkan terciptanya lingkungan toksik yang penuh dengan hidrokarbon yang dapat membahayakan ekosistem.

Selain dari kapal laut, pencemaran yang disebabkan oleh pestisida dari kegiatan pertanian yang ada di pesisir juga termasuk pencemaran yang disebabkan oleh bahan kimia. Keduanya sama-sama memiliki potensi untuk mencemari lautan.

Kerusakan Laut yang Disebabkan Mikroplastik

Hampir mirip dengan sampah plastik, tetapi plastik yang mencemari lautan ini merupakan mikroplastik. Partikel dari plastik yang berukuran sangat kecil ini dikenal dengan sebutan mikroplastik. Mikroplastik dapat bercampur dengan air laut dan mengotorinya.

Keberadaan mikroplastik dalam lautan ini dapat mengakibatkan ikan dan biota laut yang lain mengkonsumsinya. Jika ikan yang mengandung mikroplastik ini dikonsumsi oleh manusia, maka hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Pencemaran mikroplastik pada lautan ini sudah menjadi masalah yang sedang ditangani dengan serius oleh beberapa organisasi.

Telah ditemukan beberapa inovasi yang dapat digunakan untuk mengurangi jumlah mikroplastik yang menyebar di lautan. Salah satunya adalah alat yang mampu menyaring mikroplastik yang berukuran sangat kecil tersebut.

Walaupun sudah ditemukan alat yang dapat menyaring mikroplastik, tetapi alat tersebut masih belum bisa digunakan secara maksimal untuk membersihkan lautan dari mikroplastik.

Kerusakan Laut yang Disebabkan Dumpling atau Limbah

Industri yang berkembang pesat pada masa ini juga menimbulkan masalah lingkungan seperti pembuangan limbah yang masih belum sesuai standar. Biasanya pabrik-pabrik dengan sengaja menjadi sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Hal ini dapat menyebabkan pencemaran terjadi di sungai dan hingga berakhir di laut. Pencemaran jenis ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Tetapi belum ditemukan solusi paling ampuh untuk mengatasi pencemaran lautan yang disebabkan oleh limbah industri.

Biasanya karakteristik dari lautan yang sudah tercemar oleh limbah adalah bau laut yang menjadi tak sedap. Selain itu, penangkapan ikan para nelayan juga akan menurun. Selain ikan, udang, kerang dan kepiting juga akan sulit ditangkap.

Pada beberapa pencemaran yang terjadi, pabrik pengolahan ikan yang berada di sekitar pesisir pantai sering menjadi tersangka. Selain pabrik industri, terdapat beberapa kasus pencemaran laut yang disebabkan oleh limbah yang berasal dari tambang.

Kerusakan Terumbu Karang oleh Kapal Pengangkut Batu Bara

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya batu bara yang cukup melimpah. Biasanya batu bara ini digunakan sebagai sumber listrik di berbagai tempat pembangkit listrik yang tersebar di pulau jawa. Untuk membawa batu bara menuju tempat pembangkit listrik digunakan kapal laut khusus yang memiliki rute khusus.

Namun, masih banyak ditemukan kasus rusaknya terumbu karang diakibatkan kapal batu bara melewati kawasan terumbu karang. Rusaknya terumbu karang ini akan sangat berdampak bagi biota laut. Mengingat terumbu karang menjadi habitat bagi hewan-hewan yang hidup dibawah air.

Terdapat kebijakan pemerintah yang menyebutkan bahwa kapal pengangkut batu bara tidak diperbolehkan melintasi kawasan konservasi terumbu karang. Namun, masih banyak ditemukan kapal pengangkut batu bara yang melintas di atas terumbu karang Hal ini dilakukan agar menemukan rute yang lebih cepat dibandingkan dengan rute normalnya.

Hal yang lebih berbahaya adalah apabila kapal pengangkut batu bara ini mengalami kecelakaan. Batu bara yang diangkut akan masuk kedalam laut dan menyebabkan pencemaran yang lebih parah lagi. Mengendarai kapal pengangkut bahan seperti batu bara merupakan tanggung jawab yang cukup sulit.

Kerusakan Laut yang Berasal dari Aliran Sungai

Aspek penting selain menjaga kebersihan laut adalah menjaga kebersihan ekosistem sungai. Seperti yang kita tahu, aliran sungai akan bermuara di lautan juga. Pada aliran sungai masih sering ditemukan sampah rumah tangga berupa popok bayi dan berbagai jenis sampah bahan makanan.

Sampah-sampah tersebut tidak seharusnya dibuang pada aliran sungai. Selain dapat menyumbat aliran, sampah tersebut dapat mencemari ekosistem yang ada. Popok bayi juga merupakan sampah yang sulit untuk diurai.

Banyak kasus ditemukanya popok bayi di lautan. Hal ini sudah menjadi tanda bahwa pencemaran yang banyak ditemukan pada aliran sungai dapat berlanjut hingga lautan.

Pencemaran pada aliran sungai juga dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat. Aliran sungai yang sudah tercemar dapat memunculkan penyakit menular seperti kolera. Selain itu, penyakit seperti diare, tifus hingga hepatitis dapat timbul akibat aliran sungai yang tidak bersih.

Kerusakan Laut yang Disebabkan oleh Pestisida

Daerah pesisir pantai merupakan lahan yang cocok ditanami tumbuhan seperti buah naga, cabai rawit, kelapa, dan semangka. Kebun buah naga, cabai rawit dan semangka sering dijumpai di daerah pesisir pantai.

Ternyata kegiatan pertanian yang dikembangkan di daerah pesisir ini membawa dampak buruk bagi pertanian. Pestisida yang digunakan dalam kegiatan bertani ini dapat mencemari ekosistem laut.

Baik pestisida maupun insektisida juga berakibat yang sama dalam kerusakan ekosistem laut. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem laut, penggunaan bahan kimia berupa insektisida dan pestisida juga berakibat buruk bagi kesuburan tanah. Kualitas lingkungan dapat terus menurun apabila penggunaan produk tersebut masih dilakukan dengan intensitas yang tinggi.

Kerusakan Laut Karena Abrasi

Abrasi merupakan bentuk kerusakan laut yang terjadi karena pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai. Akibatnya adalah pasir di daerah pantai tersebut lama-lama akan tergenangi oleh air laut.

Abrasi bisa disebabkan karena ulah manusia maupun alam. Namun kebanyakan terjadi karena aktivitas manusia, penyebabnya seperti menebang pohon bakau, mengambil pasir pantai dan lain sebagainya.

Cara Menanggulangi Pencemaran Laut

Laut yang menjadi komponen bumi yang memiliki fungsi cukup penting, kebersihan laut harus lebih diperhatikan lagi. Penambangan minyak yang dilakukan di area lepas pantai harus memiliki keamanan yang lebih baik demi mencegah terjadinya kasus kebocoran minyak.

Selain itu, untuk mengurangi sampah pada daerah pesisir, kepada pihak penjaga pantai atau pengelola pesisir dapat memberikan fasilitas berupa tempat sampah pada titik-titik tertentu.
Bagi para pengunjung pantai diharapkan kesadarannya untuk tidak meninggalkan sampah di daerah pantai.

Selain itu, warga yang berada disekitar sungai juga harus memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Aliran sungai yang kotor dapat berakibat juga dengan kebersihan lautan yang menjadi tempat tinggal bagi hewan dan organisme lain.

Kemudian, kebijakan tentang larangan kapal laut yang membawa batu bara ke area konservasi cukup membantu untuk mengurangi kerusakan terumbu karang akibat hal ini. Selain itu bagi terumbu karang yang sudah mengalami kerusakan dapat dilakukan penanaman terumbu karang dengan bibit yang baru.

Kerusakan laut akibat limbah dapat diatasi pengolahan limbah oleh pabrik terkait. Hal ini juga dapat mengatasi akibat dari kerusakan laut yang tercemar limbah seperti bau yang kurang sedap dan air laut yang berubah warna. Pabrik yang terbukti tetap membuang limbah langsung ke aliran laut dapat dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Penutup

Setelah mengetahui bentuk pencemaran dan kerusakan ekosistem pada laut, sudah sepantasnya manusia untuk menjaga komponen penting bagi bumi ini. Lautan memiliki banyak peran penting dalam kehidupan manusia, jadi tidak ada salahnya untuk lebih memperhatikan kebersihan lautan.

Keindahan lautan yang selalu dipuja-puja harus tetap dilestarikan kebersihannya dan tetap dijaga keindahannya.

Dengan melakukan beberapa hal yang sederhana, seperti tidak meninggalkan kotoran atau sampah saat berada di daerah pesisir. Dalam kehidupan sehari-hari bisa menerapkan prinsip daur ulang untuk mengurangi penggunaan bahan-bahan plastik.

Selain itu, untuk menjaga kebersihan lautan juga bisa diawali dengan menjaga kebersihan sungai. Hal ini dikarenakan, aliran sungai akan berakhir juga di lautan. Tidak membuang sampah disungai dan tidak menjadikan sungai sebagai penampungan tinja merupakan beberapa contoh tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran pada sungai.

Tinggalkan komentar